Metamorphosys

Pernahkah kamu ketika sedang browsing di sosial media, tiba-tiba kamu menemukan satu kalimat yang membuatmu berhenti untuk scrolling sehingga kamu memusatkan perhatian pada konten tersebut? Kalau kamu pernah mengalami hal itu, artinya konten yang kamu baca memiliki teknik copywriting yang baik.

Di dunia yang bergantung dengan media digital dan informasi yang serba cepat, kemampuan untuk menarik perhatian audiens menjadi sangat penting dan berharga. Dengan banyaknya konten dan iklan yang beredar setiap hari di media digital, orang menjadi lebih selektif dalam memilih konten yang ingin mereka lihat. Oleh karena itu, kemampuan untuk menulis teks yang menarik perhatian dan persuasif sangatlah penting agar kontenmu bias bersaing!

Dalam artikel ini, bersama-sama kita akan mendalami lebih jauh tentang copywriting dan bagaimana cara meningkatkan keterampilan copywriting untuk membuat tulisan yang mampu menarik perhatian audiens.

Apa itu Copywriting?

Pada awalnya, copywriting digunakan untuk menulis artikel advertorial, surat penjualan, teks pada billboard, atau bentuk penulisan pemasaran lain. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia digital, copywriting menjadi sangat penting dalam dunia pemasaran.

Copywriting adalah sebuah teknik atau ilmu menulis yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung kepada audiens. Copywriting juga berfungsi sebagai jembatan antara audiens dengan brand atau penulis yang bersangkutan.

Tujuan Copywriting

Copywriting dapat digunakan di berbagai macam media dan format, seperti iklan, email marketing, website, konten sosial media, ataupun CRM. Copywriting memiliki banyak tujuan, tetapi yang utama adalah untuk mempersuasi (membujuk dengan halus) atau mensugesti (membangkitkan suatu pemikiran atau hipnosis) audiens. 

Tidak hanya itu, penggunaan copywriting juga mampu menciptakan hubungan emosional antara audiens dengan brand, melakukan penjualan (selling), pemasaran (marketing), atau pencitraan merek (branding).

Mengapa Copywriting Penting?

Sebuah copy yang baik dan tepat pada dapat memberikan dampak besar pada keberhasilan campaign yang kamu lakukan. Copywriting menghasilkan tulisan yang bisa membawa berbagai dampak, seperti:

  • Penjualan yang meningkat,
  • Peningkatan kesadaran merek (brand awareness)
  • Kenaikan traffic pada website atau akun sosial media
  • Peningkatan interaksi (engagement)
  • Video views yang meningkat,
  • dan lain-lain.

Tetapi perlu diingat bahwa dampak tersebut tidak hanya dihasilkan oleh copywriting saja, tetapi juga dipengaruhi faktor lain seperti visual design, timing, anggaran iklan, serta strategi lainnya dalam branding dan promosi.

Bagaimana Cara Membuat Copy yang Baik?

Sebelum kita mulai menulis, ada beberapa langkah dan yang perlu kamu lakukan, yaitu:

  • Lakukan Riset Produk atau Jasa

Sebelum mulai menulis, kita perlu memahami produk atau jasa yang akan kita pasarkan. Jika tidak, maka kita akan kesulitan untuk membuat copy yang bisa menjawab kebutuhan audiens dan membuat konten yang relevan dengan produk atau jasa tersebut. Tapi, gimana sih caranya?

Kita bisa mendapatkan banyak referensi dan inspirasi dari search engine atau menggunakan bantuan artificial intelligence untuk melakukan riset. Untuk hasil yang lebih kredibel, bisa juga mengambil data dari jurnal penelitian, hasil survei, atau bertanya langsung kepada pakar dan konsumen (social listening).

  • Kenali Audiensmu

Mengetahui siapa audiens yang kamu tuju sangat penting. Anggaplah membuat sebuah copy sama seperti bagaimana kita berusaha untuk mendekati orang yang kita suka. Jika apa yang kita bicarakan tidak relevan dan tidak menarik, tentu saja orang tersebut tidak akan tertarik dengan kita. Begitu juga dengan membuat copy. Kita perlu memahami hal apa yang audiens suka, butuhkan, dan masalah yang audiens hadapi. Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan copy yang lebih relevan dan menarik!

  • Tentukan Tujuan Copywriting

Setelah melakukan riset produk dan audiens, kita juga perlu menentukan tujuan kita dalam membuat copy. Apakah copy yang kita tulis bertujuan untuk meningkatkan penjualan, meningkatkan brand awareness, atau mengajak audiens untuk berinteraksi? Karena tujuan yang berbeda akan menghasilkan copy yang berbeda dengan tata bahasa yang berbeda pula. Menentukan tujuan dari awal juga akan membantu kita untuk lebih fokus dan terarah dalam copy yang kita buat.

Struktur Penulisan Copy

Di titik ini, kita akan semakin dekat untuk memulai menulis sebuah copy. Tetapi, perlu diketahui bahwa penulisan copy yang baik biasanya terdiri dari 3 bagian utama seperti berikut:

  • Headline

Headline atau bisa juga disebut hook adalah bagian paling penting karena merupakan hal pertama yang akan dibaca oleh audiens. Headline yang kita tulis harus mampu menarik perhatian dan membuat audiens ingin tahu lebih lanjut. Ada juga beberapa jenis headline yang bisa kita gunakan, seperti:

  • Direct Headline

Headline yang memberi tahu secara langsung tentang tujuan dari sebuah konten ataupun artikel, contoh:

  • Potongan 20% untuk Pembelian Hari Ini!
  • How-to Headline

Headline yang memberi tahu audiens untuk menyelesaikan suatu masalah atau memberi panduan melalui langkah-langkah, contoh:

  • 5 Cara untuk Menurunkan Harga CPR Meta Ads-mu!
  • Selective Headline

Headline yang menyorot sebuah informasi tertentu atau ditujukan kepada kelompok audiens tertentu secara spesifik, contoh:

  • Khusus Buat Kamu yang Mau Belajar Copywriting dari 0
  • Curiosity Headline

Headline yang bisa memancing rasa penasaran dan ketertarikan audiens secara tidak langsung, contoh:

  • Rahasia Arsitek biar rumahmu terasa sejuk tanpa AC!
  • Gimmick Headline

Headline yang menggunakan trik/tipuan ataupun menggunakan rima kata, contoh:

  • Selama Ini Kita Salah Menulis Headline!

 

Selain contoh tersebut, masih ada jenis headline lain yang bisa kamu gunakan seperti: indirect headline, news headline, fear headline, question headline, command headline, dan lainnya.

  • Body

Bagian ini adalah dimana kita menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang kita tawarkan. Body harus menyampaikan pesan utama dengan jelas dan menarik, bahkan menggunakan testimonial dari audiens jika diperlukan. Namun perlu diingat untuk tidak membuat body dengan paragraf yang terlalu panjang atau sulit dibaca, ya!

  • Closing

Bagian ini harus mencakup penekanan yang kuat untuk mendorong audiens untuk mengambil tindakan tertentu berdasarkan urgensi atau ajakan yang kita tulis.

  • Urgensi

Closing yang menekankan urgensi bisa menggunakan beberapa kata pendukung seperti: terbatas, special, eksklusif, khusus, tersisa, hanya sampai, dan lainnya.

  • Call to Action

CTA bisa merupakan ajakan yang kita tulis kepada audiens untuk melakukan hal tertentu, seperti ajakan untuk membeli, untuk mengenal lebih jauh tentang suatu produk atau informasi, atau mengajak audiens untuk berinteraksi.

Formula Copywriting

Agar copy yang kita tulis makin menarik, ada beberapa formula yang bisa kita ikuti sehingga copy yang kita hasilkan makin beragam dan dinamis, seperti:

  • AIDA

Salah satu teknik yang paling klasik dan efektif dalam pembuatan copy.

  • Attention (Headline)

Di bagian ini, kita perlu membuat headline yang menarik atensi audiens.

  • Interest (Body)

Mulailah membangun minat dengan menjelaskan manfaat atau keunikan dari produk atau layanan yang kita tawarkan.

  • Desire (Body)

Ciptakan keinginan dengan menunjukkan bagaimana produk atau layanan bisa memecahkan masalah audiens atau membuat hidup mereka lebih baik.

  • Action (Closing)

Ajaklah audiens untuk mengambil tindakan dengan CTA yang jelas.

  • PAS

Salah satu teknik yang mengidentifikasi masalah audiens, memperbesar dampak masalah tersebut, dan kemudian menawarkan solusi.

  • Problem (Headline)

Headline yang kita tulis harus mampu relevan terhadap masalah yang dihadapi audiens.

  • Agitate (Body)

Pada bagian ini, kita perlu menekankan lagi masalah yang dihadapi, sehingga audiens merasa makin terdesak untuk mencari solusi.

  • Solution (Closing)

Pada bagian closing, kita mulai menawarkan solusi yang menjawab permasalahan audiens di awal.

  • BAB

Merupakan salah satu pendekatan copywriting yang melibatkan emosi dan menarik perhatian dengan menggambarkan keadaan sebelum dan sesudah.

  • Before (Headline)

Pada bagian ini, kita akan menggambarkan masalah yang dialami audiens sebelum menggunakan produk atau jasa yang kita tawarkan.

  • After (Body)

Setelah itu, kita akan menggambarkan bagaimana keadaan yang akan audiens hadapi setelah menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Kita juga bisa menjelaskan manfaat atau perubahan positif yang bisa audiens dapatkan.

  • Bridge (Closing)

Bagian ini berfungsi sebagai penghubung dari sebelum ke sesudah dengan menjelaskan produk atau jasa yang kita tawarkan bisa menghasilkan perubahan tersebut. 

  • 4P/PPPP

Salah satu penulisan copy untuk membuat pesan yang persuasif dan menarik, dengan elemen:

  • Picture (Headline)

Kita perlu membuat headline yang mendorong audiens untuk membayangkan keadaan yang kita ingin sampaikan setelah menggunakan produk atau jasa yang kita tawarkan.

  • Promise (Body)

Setelah itu kita akan memberikan janji atau klaim tentang produk dan jasa yang kita tawarkan, menjelaskan apa yang akan audiens dapatkan.

  • Prove (Body)

Setelah menuliskan janji atau klaim, pada bagian ini kita perlu memberikan informasi tambahan yang mendukung janji dan claim tersebut, seperti testimoni atau data riset tertentu.

  • Push (Closing)

Bagian terakhir ini kita akan mendorong audiens untuk mengambil tindakan yang kita inginkan.

Kesimpulan

Copywriting adalah sebuah keterampilan penting dalam dunia digital marketing. Dengan berbagai macam strategi, formula, dan mengikuti langkah-langkah yang tepat sebelum menulis sebuah copy, maka kita bisa membuat copy yang menarik, persuasif, dan mampu mensugesti audiens pada konten kita.

Metamorphosys sebagai Creative & Digital Agency, siap membantu kamu dan bisnis kamu untuk berkembang melewati konten sosial media. Kami sudah dipercaya berbagai macam brand selama lebih dari 11 tahun untuk menjawab berbagai macam kebutuhan dalam bidang creative dan digital agency.

Penulis: Edwin Wijaya

Sumber:

https://www.jobstreet.co.id/id/career-advice/article/copywriting-jenis-contoh-teknik-menulis

https://socialmediamarketer.id/copywriting/jenis-headline-beserta-contohnya/

https://glints.com/id/lowongan/jenis-headline/


    0 Comments

    Leave a Reply

    Avatar placeholder

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    4 × 1 =