Metamorphosys

Dari FYP ke Keranjang Belanja: The New Rules of Brand Discovery

Pernah menemukan produk yang awalnya tidak pernah terpikir untuk dibeli, hanya karena sebuah video lewat di TikTok? Lalu, setelah melihat ulasan kreator, membaca komentar, dan menemukan rekomendasi serupa di platform lain, kamu akhirnya tertarik untuk mencobanya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa cara konsumen menemukan brand telah berubah. Mereka tidak selalu memulai perjalanan dengan mencari produk yang dibutuhkan. Terkadang, sebuah konten justru memunculkan kebutuhan yang sebelumnya tidak disadari.

Bagi brand, perubahan ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Konsumen bisa menemukan produk melalui video pendek, rekomendasi kreator, komunitas digital, mesin pencari, hingga pengalaman orang lain. Artinya, brand tidak lagi sepenuhnya mengendalikan kapan dan dimana interaksi pertama dengan calon konsumennya terjadi.

Fenomena ini sejalan dengan salah satu tren dalam Deloitte Digital Marketing Trends 2026, yaitu Channel Fragmentation, Reinvention of Brand Discovery. Laporan tersebut menyoroti bagaimana penemuan brand semakin tersebar di berbagai kanal, sehingga strategi marketing perlu berfokus pada keterhubungan antar titik interaksi, bukan sekadar mendominasi satu platform.

Ketika Konsumen Menemukan Brand Tanpa Sengaja

Dulu, perjalanan konsumen sering digambarkan sebagai proses yang relatif terstruktur: mengenal produk, mempertimbangkan pilihan, lalu melakukan pembelian. Namun, perilaku digital saat ini membuat perjalanan tersebut semakin sulit diprediksi.

Seseorang bisa mengenal sebuah restoran dari video kreator, memeriksa ulasan di media sosial, mencari informasi lebih lanjut melalui internet, kemudian memutuskan untuk berkunjung setelah melihat rekomendasi dari temannya.

Dalam proses tersebut, setiap kanal memiliki peran yang berbeda. Konten membangun rasa penasaran, ulasan membantu membentuk kepercayaan, sementara informasi produk dan akses pembelian memudahkan konsumen mengambil keputusan.

TikTok Food Fest 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana pola penemuan ini dapat dimanfaatkan. Melalui tema Every Ingredient Tells a Story, festival yang berlangsung pada 26-27 September 2026 lalu di Jakarta tersebut menghubungkan cerita pelaku usaha kuliner, konten kreator, dan pengalaman mencicipi produk secara langsung.

Daya tariknya bukan hanya pada makanan yang diperkenalkan, tetapi juga pada bagaimana cerita digital dapat mendorong orang untuk mengenal produk lebih jauh hingga berpotensi mencobanya secara langsung.

Bagi brand, pelajaran utamanya adalah bahwa brand discovery tidak berhenti ketika sebuah konten mendapatkan perhatian. Perhatian tersebut perlu membuka jalan menuju interaksi berikutnya.

Channel Fragmentation: Tantangan Brand di Berbagai Kanal Digital

Dalam Deloitte Digital Marketing Trends 2026, Deloitte Digital menekankan bahwa tidak ada lagi satu kanal yang selalu menjadi pusat penemuan brand. Konsumen bergerak di antara media sosial, ekosistem kreator, komunitas, pencarian berbasis AI, dan berbagai kanal lainnya.

Kondisi ini disebut sebagai channel fragmentation. Konsumen tersebar di berbagai ruang digital dengan kebiasaan, kebutuhan informasi, dan cara berinteraksi yang berbeda. Namun, memiliki banyak kanal komunikasi tidak otomatis membuat brand lebih mudah ditemukan. Jika setiap kanal dikelola secara terpisah, brand justru berisiko menghadirkan pengalaman yang terputus-putus.

Misalnya, sebuah brand berhasil menarik perhatian melalui video yang viral di TikTok. Video tersebut mendapatkan banyak penayangan, komentar, dan dibagikan oleh pengguna lain. Namun, ketika audiens mulai tertarik dan mengunjungi profil media sosialnya, mereka justru kesulitan menemukan informasi produk yang dibutuhkan. Informasi mengenai manfaat produk, harga, atau cara pembelian mungkin belum disampaikan dengan jelas. Ketika mencoba mencari informasi lebih lanjut melalui website atau kanal lainnya, konsumen juga bisa menemukan pesan yang kurang konsisten dengan konten yang pertama kali menarik perhatian mereka.

Pada titik ini, masalahnya bukan kurangnya jangkauan, melainkan tidak adanya kesinambungan antara perhatian dan tindakan. Karena itu, tantangan brand bukan sekadar memperbanyak kanal distribusi, tetapi memastikan setiap kanal memiliki fungsi yang jelas dalam perjalanan konsumen.

Dari Mengejar Viralitas ke Membangun Keterhubungan

Jika cara konsumen menemukan brand semakin terfragmentasi, pendekatan marketing juga perlu berubah. Brand tidak cukup hanya membuat satu kampanye besar dan berharap audiens akan mengikuti seluruh perjalanan yang telah direncanakan.

Ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian.

  1. Bangun satu cerita brand yang konsisten di berbagai kanal.

Setiap platform memiliki karakteristik dan format konten yang berbeda. Konten TikTok mungkin lebih spontan dan menghibur, Instagram dapat memperkuat identitas visual, sedangkan website menyediakan informasi produk yang lebih lengkap.

Perbedaannya terletak pada cara penyampaian, bukan pada identitas utama yang ingin dibangun. Brand perlu memiliki narasi yang konsisten, kemudian menyesuaikannya dengan konteks dan perilaku audiens di setiap kanal.

  1. Pahami peran setiap titik interaksi dalam perjalanan konsumen.

Tidak semua konten harus langsung menghasilkan penjualan. Ada konten yang bertugas memperkenalkan brand, ada yang membangun kredibilitas, dan ada pula yang mendorong konsumen untuk mengambil tindakan.

Strategi yang efektif dimulai dengan memahami kebutuhan audiens, kemudian menentukan kanal dan format yang paling relevan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan ini membantu brand menghindari aktivitas pemasaran yang tersebar tanpa tujuan yang jelas.

  1. Ukur keberhasilan dari keterhubungan, bukan hanya jangkauan.

Jumlah penayangan, likes, dan komentar tetap penting untuk memahami respons audiens. Namun, metrik tersebut belum cukup untuk menunjukkan apakah perhatian berhasil membawa konsumen ke tahap berikutnya. Brand juga perlu memantau indikator seperti kunjungan profil, klik menuju halaman produk, pertanyaan melalui direct message, penambahan ke keranjang, transaksi, hingga pembelian berulang.

Dengan menghubungkan metrik tersebut, brand dapat mengevaluasi titik interaksi mana yang efektif dan bagian mana dari perjalanan konsumen yang masih perlu diperbaiki.

Brand yang Kuat Bukan Hanya Ditemukan, tetapi Juga Diingat

Di tengah banyaknya konten dan kanal digital, perhatian konsumen menjadi semakin tersebar. Brand mungkin berhasil muncul di hadapan audiens melalui satu video, rekomendasi kreator, atau kampanye tertentu. Namun, kemunculan tersebut belum tentu membuat konsumen memahami apa yang membedakan brand itu dari kompetitornya.

Di sinilah konsistensi identitas dan pengalaman menjadi penting.

Brand perlu memastikan bahwa pesan yang disampaikan, konten yang diproduksi, informasi yang tersedia, hingga pengalaman ketika konsumen berinteraksi dengan produk saling memperkuat satu sama lain.

TikTok Food Fest 2026 memberikan gambaran bagaimana penemuan produk dapat dihubungkan dengan cerita dan pengalaman nyata. Melalui konten yang memperkenalkan keunikan makanan dan cerita di balik pelaku usahanya, ketertarikan audiens dapat berkembang menjadi keinginan untuk mencoba produk secara langsung. Contoh ini memperlihatkan bahwa pengalaman digital dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih jauh antara konsumen dan brand, selama terdapat alasan yang relevan bagi audiens untuk melanjutkan interaksi tersebut.

Namun, prinsip ini tidak terbatas pada industri kuliner. Dalam berbagai kategori bisnis, brand perlu melihat setiap kanal sebagai bagian dari pengalaman konsumen yang lebih luas. Kehadiran di banyak platform memang dapat memperluas peluang untuk ditemukan, tetapi dampaknya akan lebih berarti ketika setiap interaksi membantu audiens memahami, mengenali, dan mempercayai brand.

Pada akhirnya, brand tidak harus mendominasi setiap kanal atau selalu menjadi yang paling ramai dibicarakan. Yang lebih penting adalah hadir secara relevan di titik-titik yang mempengaruhi keputusan konsumen, menyampaikan identitas yang konsisten, dan memberikan pengalaman yang sesuai dengan ekspektasi mereka. Sebab, keberhasilan brand discovery bukan hanya tentang membuat konsumen mengetahui keberadaan sebuah brand, tetapi juga membangun alasan yang kuat agar mereka mengingatnya, mempertimbangkannya, dan memilihnya di tengah banyaknya alternatif yang tersedia.

Kesimpulan: Dari Ditemukan hingga Dipilih

Di tengah perjalanan konsumen yang semakin tersebar di berbagai kanal digital, brand tidak cukup hanya mengandalkan konten viral atau memperluas kehadiran di banyak platform. Tantangan sebenarnya adalah memastikan setiap interaksi saling terhubung, membangun kepercayaan, dan mendorong konsumen mengambil tindakan.

Tren Channel Fragmentation, Reinvention of Brand Discovery dalam Deloitte Digital Marketing Trends 2026 menjadi pengingat bahwa strategi marketing perlu beradaptasi dengan cara konsumen menemukan dan mempertimbangkan brand saat ini. Konsistensi pesan, pemahaman terhadap perilaku audiens, serta pengukuran performa di setiap titik interaksi menjadi kunci untuk membangun perjalanan konsumen yang lebih efektif.

Disinilah Metamorphosys hadir sebagai partner bagi brand untuk bertumbuh dan bertransformasi. Melalui strategi branding, digital marketing, photo & video production serta pengelolaan media sosial, Metamorphosys membantu bisnis membangun identitas yang kuat dan komunikasi yang relevan dengan audiens.

Karena pada akhirnya, keberhasilan brand bukan hanya tentang seberapa sering namanya muncul di hadapan konsumen, tetapi juga seberapa kuat brand tersebut diingat dan dipercaya hingga menjadi pilihan.

Ready to transform your brand into something more meaningful? Let’s grow together with Metamorphosys.co.id !

 

Sumber: 

https://www.deloittedigital.com/nl/en/insights/perspective/marketing-trends-2026.html 

https://newsroom.tiktok.com/tiktok-food-fest-2026-pertemukan-kreator-pelaku-usaha-dan-komunitas-kuliner-untuk-perkuat-pertumbuhan-industri-fb-indonesia?lang=id-ID 

 

Penulis: Shaylla Lavanya


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − twelve =