Metamorphosys

BIKIN KONTEN VIRAL SUPAYA MASUK FYP!

 

“Udah bikin konten tapi kok ngga viral-viral, ya… Udah lakuin banyak hal supaya kontennya bisa dilihat banyak orang, tapi kok gitu-gitu aja, ya…”

 

Mungkin sebagian dari kita saat ini sedang mengalami kondisi serupa seperti narasi di atas. Ada banyak hal yang bisa kita pertimbangkan untuk membuat konten agar viral. Tapi perlu kita ketahui ngga semua virality itu bagus! Kalau cuma sekedar viral, kita bisa dapetin dengan cara yang kontroversial sekalipun. Di blog ini, kami akan membagikan tips cara membuat konten viral supaya ide dan pesan kita dapat menjangkau lebih banyak orang dan menjadi tren di digital.

 

Menurut Digital and Social Media Marketing, A Result Driven-Approach, konten yang viral memiliki dua elemen yaitu relevan dengan audiens dan menimbulkan emosi yang kuat. Selain itu, Dr Jonah Berger dari bukunya yang berjudul Contagious memperkenalkan STEPPS (Social Currency, Trigger, Emotion, Public, Practical Values, Stories) framework yang menjelaskan tentang unsur-unsur yang membuat konten semakin viral.

Apa saja unsur-unsur tersebut? Simak poin-poin berikut ini, ya:

 

1. Membuat Konten Viral Berdasarkan Social Currency

Pada dasarnya setiap orang peduli dengan image yang ditampilkan kepada orang lain. Mereka ingin terlihat lebih pintar, menarik, keren, atau ter-update. Sebagai pembuat konten, kita harus memposisikan diri sebagai pembaca, konten seperti apa yang ingin dibagikan ke orang lain dan bagaimana dampak yang akan diberikan. Misal, bisnis kecantikan. Selain menjual produk perawatan yang terbaru, kamu juga bisa membagikan informasi tentang cara merawat kulit agar terlihat awet muda atau bagaimana membuat masker dari bahan alami yang halal dan murah. Orang akan tertarik untuk membaca dan membagikannya ke orang lain.

 

2. Konten yang Memberikan Efek Trigger

Mencari materi konten yang dapat memicu pembaca untuk mengingat hal-hal unik. Coba dengan materi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Selain lebih dekat, pembaca juga lebih mudah untuk memahami hal-hal yang ada kaitannya dengan keseharian mereka. Misal, menggunakan frase “Kerja Lembur” biasanya kita akan reflek untuk nyanyi “Kerja Lembur Bagai Kuda” seperti iklan Ramayana. Atau seperti kata “Bapak, Sudirman?” yang sempat dipopulerkan oleh salah satu provider Indonesia. Gunakan kata-kata yang mudah diingat dan menarik sehingga bisa menjadi ciri khas tersendiri ketika seseorang mengingat produk atau idemu. Selain itu, pesan yang diulang-ulang dapat memicu seseorang untuk terus mengingat.

 

3. Emotion dalam Konten Berperan Penting

Coba bayangkan kalau konten yang kamu buat datar-datar saja, pasti orang yang melihat juga datar-datar saja. Emosi dalam konten itu penting agar pembaca dapat merasa terkoneksi dengan informasi yang diberikan. Emosi tersebut dapat berbentuk teks dengan kata sifat atau video dengan emosi yang kuat seperti menyeramkan, kocak, mengharu biru, membuat marah. Konten dengan emosi yang kuat seperti konten yang mempopulerkan tentang kesehatan mental. Ada poin dalam bentuk teks yang berisi tentang “mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain” hal ini selain relate dengan kehidupan saat ini, kalimatnya pun juga berkaitan dengan fenomena yang akhir-akhir ini terjadi di masyarakat. Contoh konten dengan copywriting seperti “Membuat Bisnis dari Rumah? Kamu Juga Bisa” atau “Cara Mengoptimalkan Website yang Mudah dan Cepat” terdapat kata sifat seperti “Mudah” dan “Cepat”. Kata tersebut yang membuat seseorang tertarik untuk membaca dan membagikannya ke orang lain.

 

4. Konten yang Bersifat Public Attention

“The more public something is, the more likely people will imitate it” Kalimat diatas adalah pernyataan Jonah Berger, dimana konten bisa berasal dari sesuatu yang umum, atau bisa jadi kamu membuat sesuatu baru yang akan dipopulerkan secara umum. Seperti contoh Apple merilis iPhone X yang menjadi viral karena adanya poni atau notch pada produknya. Inovasi ini sempat diperbincangkan karena modelnya yang unik dan mudah dikenali. Sehingga produk tersebut viral dan beberapa dari kompetitor mengimitasi ide tersebut ke dalam produk mereka. Jika dalam konteks membuat konten yang shareable , kamu bisa membuat tren tersendiri. Seperti McDonald yang mempopulerkan kata-kata “I’m Lovin’ It” atau “Think Different” milik Apple.

 

5. Perhatikan Practical Values dari Kontenmu

Membuat konten viral tapi out of the box itu wajar-wajar saja tapi kalau sulit dipraktekan oleh publik sama saja tidak ada artinya. Pastikan konten yang dibuat bermanfaat dan mudah untuk dilakukan oleh semua orang. Misalnya seperti salah satu konten Instagram Riliv yang membuat konten tentang kadar kebahagiaan yang digambarkan melalui takaran sendok. Konten tersebut sempat viral dan mendapatkan banyak atensi dari publik karena selain menarik hal ini juga mudah untuk diingat oleh pembaca.

 

6. Konten Semakin Menarik dengan Stories

Mengemas konten menjadi narasi yang manarik menjadi unsur terakhir yang membuat konten tersebut viral. Cerita yang membuat banyak orang membagikan konten tersebut. Kamu bisa mengubah informasi deskripsi yang membosankan menjadi narasi yang manarik dan mudah dipahami. Misal, deskripsinya seperti “Belajar Online Semakin Mudah dengan Menggunakan Internet”. Kamu bisa membuat narasi yang berkaitan dengan deskripsi tersebut seperti membuat karakter yang awalnya bingung untuk mencari inspirasi karena pandemi. Karakter tersebut akhirnya menggunakan internet yang mampu mengubah cara belajarnya menjadi lebih mudah dan murah.

 

Semoga dengan tips-tips jitu ini, bisa membantu dan menginspirasi Anda dalam bersiap untuk membuat konten viral serta menampilkan brand terbaik Anda dan mampu ‘menghipnotis’ pengunjung untuk menyukai, mengikuti, dan atau bahkan membeli produk atau layanan Anda. Metamorphosys dapat membantu Anda menyesuaikan strategi content development yang tepat untuk brand atau perusahaan Anda di Instagram dan juga platform media sosial lain. Hubungi tim berpengalaman kami untuk membantu kebutuhan Anda.

 

Penulis: Ryan Stevan


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 5 =