Metamorphosys

Introduction

Desain yang bagus adalah salah satu cara komunikasi yang efektif yang dapat menarik perhatian audiens, dan bagi Anda yang sudah berkecimpung dalam dunia desain pasti sudah tidak asing dengan salah satu prinsip desain, yaitu hirarki visual (visual hierarchy). 

Dalam dunia desain, hirarki visual merupakan salah satu prinsip desain yang tidak boleh ketinggalan karena ini merupakan salah satu proses untuk memastikan bahwa elemen terpenting dalam desain Anda menonjol, sedangkan yang kurang penting tidak ditekankan.

Hirarki visual dapat dicapai melalui sejumlah teknik desain yang berbeda, seperti warna, ukuran, spasi, dan lainnya. 

Dalam artikel ini, kita akan melihat mengapa hirarki visual sangat penting dalam desain dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk membuat desain yang lebih baik dan lebih efektif.

Baca Juga : Mau Desain Kamu Semakin Kece? Mockup Jawabannya!

Prinsip Desain

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hirarki visual merupakan salah satu prinsip desain yang penting. Maka dari itu, sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu prinsip desain sebelum kita membahas hirarki visual lebih mendalam.

Prinsip desain merupakan prinsip-prinsip dasar yang digunakan ketika Anda membuat sebuah desain. Pada kali ini kita akan membahas 7 prinsip desain yang harus kamu perhatikan. Ketujuh prinsip ini harus ada dalam sebuah desain grafis agar desain Anda menjadi lebih informatif, efektif, dan yang terpenting juga adalah enak dilihat.

  • Emphasis (Penekanan)

Emphasis atau penekanan mengacu pada informasi penting apa yang ingin ditekankan dalam sebuah desain. Dengan memberikan penekanan, informasi penting tersebut akan menjadi lebih menonjol daripada informasi lainnya. Untuk menentukan emphasis, yang perlu Anda lakukan adalah bertanya pada diri Anda sendiri : informasi terpenting apakah yang ingin pertama kali audiens ketahui? Apakah itu judul acara? Nama narasumber? Atau tanggal dan waktu pelaksanaan acara? 

  • Balance & Alignment (Keseimbangan dan Kesejajaran)

Kedua prinsip ini memiliki hubungan dengan keseimbangan atau simetri dalam desain. Keseimbangan adalah bagaimana Anda menempatkan setiap elemen visual dalam satu halaman agar tidak terlihat “berat sebelah”. Keseimbangan bisa diraih melalui warna, ukuran, bentuk, atau tekstur. 

  • Contrast (Kontras)

Kontras adalah ketika warna dari elemen desain yang Anda buat terlihat berbeda dengan latar belakangnya. Kenapa harus terlihat kontras antara elemen bvisual dengan background-nya? Tujuannya adalah agar setiap elemen dapat bekerja secara harmonis dan informasi dapat terlihat secara jelas. Contohnya adalah seperti ini, bila Anda melihat kedua desain di bawah ini tentu desain yang kedua terlihat lebih mudah enak dilihat dan mudah terbaca informasinya karena warna teks kontras dengan background.

zEH325y9toJsMe-Bao1_p3mYKNUcoyykS6Fwhr-KH17XyguAMd-KaX5iy4RmBXOjYnenUDz8ObB5K1mGnibZsBcU1OVpIWTa4P_o0OxrwYDoJp-LDLH9TcoRkTs1.jpgp04-tXUfyiTmAj-AdSxBPLilBeaqXK8NU94y0VDrhFRgUEfB4ulycd9U-bDxHcHtkLKx5XTI-9Jl9yFy_pzMiv_5s3Yau-HB9sbAz9fI09gLeI9cyH-g2TM4phz0.jpg




 

 

 

  • Repetition (Pengulangan)

Prinsip desain repetition atau pengulangan menekankan repetisi elemen visual dalam desain dengan tujuan untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui elemen desain. Contoh mudah dari pengaplikasian prinsip repetisi adalah ketika Anda menggunakan logo Anda pada desain website, kartu nama, kemasan, atau di media sosial.

  • White Space (Ruang Kosong)

White space atau ruang kosong merupakan prinsip desain dengan memberikan ruang kosong dalam desain agar desain yang Anda buat memiliki ruang untuk “bernapas” sehingga akan terlihat lebih nyaman untuk dilihat.

  • Variation (Variasi)

Dengan adanya variasi dalam elemen desain seperti tipografi, warna, gambar, bentuk, akan membuat desain Anda terlihat tidak monoton atau membosankan. Mengaplikasikan prinsip variasi penting dalam desain karena membuat audiens merasa tidak bosan atau hilang ketertarikan ketika melihat desain Anda.

  • Hierarchy (Hirarki Visual)

Hirarki visual adalah prinsip yang digunakan untuk menonjolkan informasi atau elemen terpenting terlebih dahulu agar terlihat lebih mencolok dibanding informasi lainnya. Hirarki visual mengurutkan informasi mulai dari yg terpenting hingga yang tidak terlalu penting sehingga ketika audiens melihat desain yang Anda buat, mereka akan tertuju terlebih dahulu pada informasi terpenting yg ingin Anda sampaikan.

Hirarki Visual

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Hirarki visual merupakan prinsip tata letak (layout) yang dilakukan dengan mengurutkan terlebih dahulu informasi atau elemen mana yang terpenting lebih dulu sampai yang tidak terlalu penting. Artinya, desain yang memiliki hirarki visual dapat menampilkan poin utama atau tujuan utama dari sebuah desain dan mampu untuk dipahami oleh audiens. 

Hirarki visual merupakan kunci untuk menarik perhatian audiens. Contohnya seperti ini, ketika melihat dua poster di bawah ini, manakah yang menarik perhatian anda terlebih dahulu? 

LypGNasSDCJNurtdMNuyoIL1FGONTbBPXdffIUD5hJQd6oKqwWRCAWmNRO6Z94vNn8aSl7A2nuy1I2a_jmnyCPyyra_4yRXfZMvkonuFBtI7mFj7uHg0ROVYrfBk.jpg

uuVo5UZvIQJzju-uETGTSRwJjoU5viLEb_4SHu_b1ys9mvFd_IxUZYlaBwBD2KXwhCoNOT86lT2WsUIY9mVVROrjQsy5XQrgMqEZwB94hFAHJruzB8ZiC7h_CVZo.jpg

 

 

 

 

 

 

Jawabannya tentu saja yang kedua. Poster kedua dapat menarik perhatian Anda terlebih dahulu karena hirarki visual yang utama adalah angka “50%” di mana poster tersebut ingin menonjolkan informasi utama bahwa terdapat diskon 50%, kemudian dilanjutkan dengan mengarahkan audiens kepada informasi berikutnya bahwa diskon tersebut bisa didapat pada tanggal tertentu, dan selanjutnya informasi yang tidak terlalu penting adalah bahwa untuk mendapatkan diskon masih terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Dari contoh tersebut sebenarnya hirarki visual tidak hanya dapat diaplikasikan pada poster saja, namun berlaku secara luas, baik itu dalam desain flyer, brosur, website, hingga tampilan aplikasi. Untuk menciptakan hirarki visual tidak terbatas pada permainan ukuran dan tipografi saja, namun banyak elemen lainnya yang dapat digunakan untuk menciptakan hirarki visual. Apa saja kah elemen-elemen tersebut? Mari kita bahas di bawah ini.

Elemen untuk Menciptakan Hirarki Visual

  • Ukuran dan skala

Ukuran dan skala bermain penting dalam hirarki visual. Simpelnya, sesuatu dengan ukuran yang lebih besar atau dominan biasanya akan menarik perhatian kita pertama kalinya. Hal tersebut lah yang menyebabkan headline atau judul pada suatu artikel dibuat lebih besar.

SB0qMl97LCYrll4k5bpTMLqWCftT8uf5cgEF7diX6EwB8c9pRjxSjLL6rhZIc0Igy45UvU0mxyP7_lUy61wU6vr3rxps4_Kvo8PtwyxBd0xUdfjzv0zn8FGUtqzE.png

unsplash.com

  • Warna dan kontras

Pemilihan warna yang kontras dapat menciptakan hirarki visual dengan baik. Anda dapat mengombinasikan warna dengan tingkat keterangan tinggi pada latar belakang dengan warna yang gelap atau sebaliknya.

j77InOJBtekJcgz9kaihKAW3hUquaeNHYErKmL_f9CABfL4YxWdKem0hH6iMd23FBQZqDstfsapsxV__jlVhgQ4yxNkYTsg63BWWtCFN7QOqOiIKqj6ygD_vPpkm.png

unsplash.com

  • Tipografi

Kombinasi antara jenis dan ukuran font yang berbeda juga bisa menciptakan hirarki visual. Contoh yang mudah ditemukan adalah ketika Anda melihat sebuah poster promo, umumnya angka yang menjadi diskon akan dibuat lebih meriah dengan permainan tipografi yang berbeda dibanding teks pendukungnya. Hal ini bertujuan untuk memberitahu audiens teks mana yang menjadi tajuk utama.