Metamorphosys

Ketika berhubungan dengan dunia desain, ada dua sistem pewarnaan yang digunakan dalam percetakan. Sistem warna tersebut adalah RGB dan CMYK. Kedua mode warna tersebut digunakan untuk keperluan dan kebutuhan yang berbeda serta memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai perbedaan antara mode warna RGB dan CMYK yang nantinya akan membantu Anda memilih mode warna apa yang tepat untuk proyek Anda.

Baca Juga : 5 Prinsip Desain UX Yang Harus Diketahui Semua Orang

Apa itu RGB dan CMYK?

RGB (Red, Green, Blue) merupakan mode warna yang digunakan dalam tampilan digital dan merupakan sistem pewarnaan standar pada gambar digital. Sedangkan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) digunakan untuk keperluan material percetakan. 

Agar desain yang Anda buat bisa lebih optimal, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mekanisme kerja dari kedua mode warna ini. 

Teruslah membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan antara RGB dan CMYK dan kapan Anda harus menggunakannya!

Mengenal RGB

iKR2mt6d2uYJHQKYK0lArEYVDnbsTkqybo2vn8Xg2ImogFABhi2gpJ5UAFDxeZQMNLPBZoX2YbgqED9G22TFAIC7_hnglSd-OLBOwi9hUfqCEpVUhxe4lGnzcY4G.png

RGB merupakan singkatan dari Red, Green, dan Blue. Sistem warna ini merupakan warna-warna yang ditampilkan pada layar monitor atau tampilan secara digital. Sehingga warna-warna yang Anda lihat pada layar komputer, laptop, televisi, LCD, dan lainnya merupakan pancaran warna RGB. Secara tampilan, warna RGB memiliki tingkat kecerahan yang lebih tinggi dari CMYK. Sehingga mode warna RGB juga dapat disebut sebagai warna additive, yang artinya warna dipilih untuk mewakili suatu gambar melalui layar atau visual.

Mekanisme dari mode warna RBG adalah layar komputer pada dasarnya memiliki latar belakang berwarna gelap, kemudian warna merah, hijau, dan biru ditambahkan untuk menghasilkan pigmen warna yang sempurna. Pencampuran ketiga warna primer tersebut nantinya akan menghasilkan warna putih yang mencerahkan latar belakang layar yang gelap. 

Karena RGB merupakan warna yang dilihat secara digital, maka desainer dapat mengubah intensitas warna seperti saturasi, vibrancy, dan bayangan dengan memodifikasi salah satu warna dari tiga sumber warna utama.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan RGB?

Ketika Anda sudah memahami bagaimana mekanisme mode warna RGB bekerja, yang menjadi pertanyaannya adalah, kapankah waktu yang tepat untuk menggunakan RGB dalam proyek desain Anda?

Jika pekerjaan yang Anda akan lakukan dihasilkan secara digital, maka inilah saat yang tepat untuk menggunakan RGB. RGB dapat digunakan pada media seperti komputer, laptop, televisi, kamera, dan sebagainya. 

Gunakan mode warna RGB apabila proyek yang Anda kerjakan seputar : 

  • Desain web dan aplikasi 

Misalnya pembuatan desain UI (User Interface), icons, dan buttons.

  • Branding

Pembuatan logo dan desain kolateralnya.

  • Desain media sosial

Kebutuhan desain media sosial mencakup foto profil, unggahan sosial media, atau profile backgrounds.

  • Konten visual

Contohnya adalah video, infografis, foto untuk website, aplikasi, atau media sosial, dan grafis digital.

Format File Apakah yang Cocok untuk Mode Warna RGB?

Berikut beberapa format file terbaik untuk mode warna RGB:

  • JPG 

JPG merupakan salah satu format file yang cocok untuk file dengan mode warna RGB karena memiliki ukuran serta kualitas file yang bagus. Selain itu, format file JPG dapat dibuka atau kompatibel hampir di semua perangkat.

  • PSD

Format file PSD dipilih karena merupakan format standar untuk dokumen dengan mode RGB karena penggunaannya yang umum di kalangan desainer.

  • PNG

PNG merupakan format file yang baik untuk RGB karena mendukung transparansi file sehingga akan cocok untuk pembuiatan aset grafis. Jenis format file ini dapat digunakan untuk pembuatan button, elemen interface, atau ikon.

  • GIF

GIF merupakan format file yang ideal untuk animasi, seperti kebutuhan animasi logo atau aset ikon bergerak.

 

Mengenal CMYK

 

JSY1t0kj6rVeAahHaGwJ_R-6spjDtfV8-cYGgkxq7nLoIjj1iO7SAGBvIZRifZ9P7iVV1x5Lo-t2KrdgEjF5VZf8FaJo1sUwRvhDQwIx_y1JFk6lNeH5PYq-0GEH.png

CMYK merupakan singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Mode warna ini digunakan pada kebutuhan pencetakan desain. Mekanisme kerja dari CMYK dimulai dari mesin cetak yang mengombinasikan keempat warna CMYK dalam berbagai tingkatan menggunakan tinta. Warna akan dimulai dengan putih dan setiap lapisan tinta akan mengurangi tingkat kecerahan awal hingga akhirnya akan menghasilkan warna yang diinginkan. Hal ini membuat CMYK disebut juga sebagai warna subtractive. Berbeda dengan RGB yang apabila semua warna dicampur akan menghasilkan warna putih, ketika warna CMYK dicampur semua akan menghasilkan warna hitam. 

Hingga saat ini sistem pewarnaan CMYK masih menjadi standar dalam percetakan digital, rotogravure, percetakan offset, litografi, letterpress,hingga teknik mencetak secara konvensional seperti sablon.

Jika Anda ingin menghasilkan hasil cetakan dengan kualitas baik, maka Anda perlu pastikan bahwa keempat warna CMYK ini tersedia. Jika tidak, maka hasil cetakan akan terlihat tidak maksimal dan warna pada cetakan terlihat kurang menarik.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan CMYK?

Gunakan mode warna CMYK apabila proyek yang Anda kerjakan akan dicetak secara fisik, bukan hanya dilihat secara digital di layar komputer karena warna CMYK akan menghasilkan warna yang lebih akurat.

Gunakan mode warna CMYK apabila proyek yang Anda kerjakan seputar : 

  • Branding

Digunakan apabila Anda akan mencetak kebutuhan kartu nama, stationary, stiker, hingga signage.

  • Periklanan

Dalam dunia periklanan Anda harus menggunakan mode warna CMYK untuk kebutuhan pencetakan billboard, poster, flyer, brosur.

  • Merchandise

Misalnya kebutuhan untuk mencetak desain kaus, topi, lanyard, desain pulpen, mug, dan masih banyak lagi

  • Proyek printing lainnya

Proyek lainnya mencakup pembuatan desain kemasan produk atau desain menu rumah makan. 

Format File Apakah yang Cocok untuk Mode Warna RGB?

Berikut beberapa format file terbaik untuk mode warna CMYK:

  • PDF

Format file PDF merupakan salah satu jenis file yang ideal untuk mode warna CMYK karena kompatibel hampir di semua software atau device.

  • AI

Sama halnya dengan format file PSD, jenis file AI digunakan untuk mode warna CMYK karena penggunaan Adobe Illustrator yang umum digunakan oleh desainer.

  • EPS

EPS merupakan akronim dari Encapsulated PostScript. Format file ini merupakan alternatif dari file berformat AI karena sifatnya yang kompatibel dengan perangkat lunak berbasis vektor lainnya. 

Kelebihan dan Kekurangan pada RGB dan CMYK

Kelebihan Menggunakan Warna RGB : 

  • Memiliki tingkat akurasi yang tinggi sehingga umumnya digunakan untuk proyek desain berbasis digital.
  • Mode warna RGB akan sangat cocok untuk berbagai perangkat digital seperti layar handphone, komputer, televisi, dan lainnya.
  • Dapat meningkatkan kualitas foto.
  • File dengan mode warna RGB lebih mudah untuk dipindahkan ke perangkat lain tanpa harus mengubahnya ke warna lain karena sudah banyak perangkat yang menggunakan mode warna RGB. Hal ini akan membuat pekerjaan menjadi lebih praktis.

Kekurangan Menggunakan Warna RGB : 

  • Kekurangan mode warna RGB adalah hasil warna cetakan yang kurang akurat karena pada umumnya mesin cetak saat ini lebih banyak menggunakan mode warna CMYK.

Kelebihan Menggunakan Warna CMYK : 

  • Pewarnaan dengan mode warna CMYK lebih ekonomis karena pencampuran warna tidak membutuhkan warna utama dengan jumlah yang banyak sehingga hal ini lebih memangkas biaya yang akan dikeluarkan perusahaan.
  • Penggabungan warna CMYK dapat menciptakan warna sekunder yang dibutuhkan dalam desain.
  • Hasil cetakan yang dihasilkan dengan mode warna CMYK terlihat lebih memuaskan.

Kekurangan Menggunakan Warna CMYK :

  • Adapula kekurangan dari mode warna CMYK yang sering terjadi adalah masalah keakuratan warna yang dihasilkan karena warna yang tidak sinkron antara layar monitor dengan printer.
  • Selain itu proses pencetakan warna CMYK membutuhkan alat yang lebih canggih sehingga butuh biaya yang tidak sedikit.

Kesimpulan 

Baik RGB maupun CMYK memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apabila Anda dapat menggunakan kedua mode warna tersebut sesuai dengan kebutuhan maka desain yang Anda hasilkan akan optimal. 

Namun apabila Anda masih tidak yakin mode warna apa yang ingin digunakan, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan Metamorphosys dengan tim kami dengan klik button Start Project’ di Metamorphosys. 

Metamorphosys adalah Creative & Digital Marketing Agency yang berlokasi di Gading Serpong, Tangerang. Kami memiliki tim profesional yang berpengalaman selama bertahun-tahun dalam membantu klien kami mencapai tujuan bisnisnya mulai dari mendesain logo dan branding, manajemen media sosial, periklanan,  membuat website, jasa fotografi videografi, dan sebagainya.

 












 






0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =