Metamorphosys

Tren iklan di media sosial atau advertising berubah dengan cepat,  di tahun 2021 ini. Masih dalam situasi pandemi, perilaku pelanggan berubah. Begitu pula dengan budget yang disiapkan perusahaan untuk beriklan. Angkanya bisa saja berkurang untuk menghemat pengeluaran. Meski begitu, perusahaan harus tetap mencari cara untuk menggapai customer melalui iklan.

Nah, dalam artikel ini, kami akan menjabarkan berbagai bentuk iklan yang tren sepanjang 2021. Ada pula sederet tips sukses untuk menjalankannya.

Sebelum masuk lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu mengapa iklan penting.

1. Menaikkan brand awareness melalui iklan di media sosial

Bayangkan, ada berapa banyak brand ayam geprek yang dijual di Jabodetabek? Ada berapa kedai yang menjual es kopi susu? Jumlahnya tentu saja banyak, bukan?

Lantas, bagaimana cara membuat brand kita dikenal oleh pasar? Salah satunya adalah dengan membuat dan memasang iklan di media sosial. Iklan diyakini bisa menaikkan brand awareness. Ketika iklan Anda muncul di jalan, media sosial, atau media massa, orang akan segera mengenali brand Anda.

2. Membuat brand consideration melalui iklan di media sosial

Dikenal saja belum cukup. Lebih dari itu, sebuah brand harus dilirik agar bisa dipilih oleh pasar. Inilah tujuan iklan yang kedua, yakni meningkatkan brand consideration. Pada tahap ini, Anda perlu meyakinkan calon pelanggan bahwa brand-mu layak dipertimbangkan.

3. Meningkatkan sales/conversion melalui iklan di media sosial

Selanjutnya, iklan juga bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau yang disebut juga dengan conversion. Harapannya, setelah orang melihat iklan brand Anda, mereka memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan.

Tidak semua perusahaan menetapkan semua tujuan di atas. Mungkin saja ada yang lebih fokus pada poin pertama atau kedua. Namun, hal yang pasti adalah brand perlu melakukan iklan secara berkelanjutan.

Coba bayangkan, ada berapa banyak iklan yang orang lihat setiap harinya? Setelah melihat iklan brand lain, mereka bisa saja lupa dengan iklan yang baru saja dilihatnya kemarin, bahkan lupa dalam waktu hitungan jam.

baca juga : Burger King dengan Gaya Retro pada 2021

Terdapat bermacam-macam alasan mengapa brand atau bisnis menggunakan media sosial, misalnya untuk menggapai audience baru, membagikan informasi atau update, berinteraksi dengan konsumen, dan alasan lainnya.

Tujuan Anda dalam melakukan social media marketing tersebut akan menentukan KPI apa yang harus Anda ukur. Beberapa KPI tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut.

  1. Brand Awareness

Tentunya seseorang tidak akan mungkin menjadi konsumen jika mereka tidak mengenal brand atau bisnis Anda. Media sosial merupakan platform yang cukup efektif dalam memperkenalkan brand Anda kepada calon pelanggan, dan meyakinkan mereka bahwa bisnis Anda menawarkan produk atau jasa yang relevan dengan mereka.

Jika tujuan Anda berhubungan dengan brand awareness, maka metrik yang bisa Anda jadikan KPI adalah brand social media presence. Aktif di media sosial dapat membantu bisnis atau perusahaan Anda lebih dikenal dan menjangkau pasar seluas-luasnya.

  1. Engagement

Memiliki banyak followers tentu merupakan hal yang baik karena itu berarti cakupan audience dari akun Anda semakin besar. Namun banyaknya followers tersebut hanya akan berarti bagi bisnis jika mereka aktif berinteraksi dengan akun Anda. Apakah mereka meluangkan waktu untuk mengunjungi social media page atau website Anda? Apakah mereka meninggalkan comment atau membagikan postingan Anda? Atau apakah mereka rela membuat postingan tentang brand atau produk Anda? Semua metrik tersebut dapat Anda jadikan ukuran dari seberapa banyak engagement yang Anda terima dari followers Anda.

  1. Website Traffic

Jika mendatangkan traffic menuju website merupakan salah satu dari goals utama Anda, maka Anda perlu mengukur jumlah visitors yang didapatkan website Anda lewat platform media sosial.

Hal ini akan membantu Anda untuk memahami seberapa efektif CTA (call to action) yang Anda buat, atau mengetahui berapa followers yang memutuskan untuk mengunjungi website Anda setelah melihat profil akun Anda.

Anda juga dapat melihat perilaku visitors website Anda yang datang dari media sosial. Misalnya dengan mencari tahu apa yang dilakukan visitors setelah sampai pada landing page, atau apakah mereka melakukan pembelian yang berdasarkan pada konten di media sosial Anda.

  1. Conversions

Meskipun sebaiknya strategi social media marketing Anda difokuskan untuk membangun hubungan atau interaksi dengan konsumen, namun Anda juga dapat menetapkan nilai konversi yang didapatkan sebagai KPI dari usaha social media marketing Anda. Jika Anda menggiring followers menuju website Anda untuk melakukan suatu aksi, maka Anda harus memantau berapa banyak followers yang mengunjungi website Anda dan melakukan aksi tersebut. Aksi bisa berupa blog view, sign up pada mailing list, mengunduh konten, atau juga melakukan pembelian.

Di Metamorphosys, kami memiliki tim profesional yang telah bekerja di industri ini selama bertahun-tahun. Kami mengetahui cara bagaimana membantu perusahaan Anda bertumbuh secara cepat dan sustainable. Dengan investasi Anda di tangan yang tepat, kami akan membantu memastikan kampanye bisnis Anda di media sosial memberi Anda manfaat lebih banyak dan mendatangkan pelanggan kedepannya.

Hubungi kami hari ini untuk menyiapkan strategi media sosial bisnis yang akan membantu mengembangkan perusahaan Anda!

Penulis: Ryan Stevan


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 2 =