Metamorphosys

Sadar atau tidak, cerita adalah sesuatu hal yang disukai oleh manusia, apalagi jika cerita tersebut merupakan cerita yang unik dan menarik. Begitu juga pada dunia periklanan, bagaimana pentingnya membangun sebuah cerita dalam pembuatan video atau biasa disebut brand story, membangun kampanye pemasaran, dan sebagainya. Menurut Denning, terdapat tiga unsur penting yang perlu ada di dalam sebuah cerita. Pertama, cerita harus focus terhadap hal positif dan bahagia. Kedua, perlu memiliki unsur pahlawan. Ketiga, ada unsur tema yang tidak biasa agar dapat menarik perhatian.

Baca Juga: Menjaga Customer Relation Pada Sebuah Brand

Melalui sebuah cerita, Aqua sukses menjalankan kampanyenya #AdaAqua, Bear Brand dengan #BalikinKondisi, dan Yamaha dengan #SemakinDiDepan. Bagi merek, cerita adalah cara menanamkan kepedulian, merawat sekaligus mendatangkan pelanggan-pelanggan potensial.

brand story

Foto dari Aqua

brand story

Foto dari Aqua

Brand Story

Banyak hal menarik yang dapat dijelaskan terkait proses branding, salah satunya adalah brand story. Di mulai dengan membentuk sebuah sistem, slogan hingga mendatangkan pelanggan loyal bagi setiap merek. Hal ini merupakan bagaimana suatu merek membangun brand story lebih dari sekadar penjelasan mengenai sejarah merek atau presentasi tentang cara memasarkan produk setiap pagi hari.

Mengutip dari Hubspot, tujuan brand story yakni dapat membuat pelanggan mengingat merek, mengembangkan empati, dan kepedulian. Brand story adalah narasi kohesif yang di dalamnya terdapat fakta dan rasa yang dibangun oleh dan untuk merek atau bisnis itu sendiri. Dapat menunjukkan dan menceritakan merek dengan baik, memberikan inspirasi hingga mendatangkan reaksi emosional pelanggan.

Adapun hal-hal yang menjadi pengaruh minat beli yakni produk, harga, sejarah, kualitas, pemasaran, pengalaman di dalam toko, tujuan, nilai, lokasi, dan – yang paling penting – apa yang orang lain katakan tentang merek. Kesuksesan merek dalam membangun brand story, dapat menghadirkan diskusi menarik yang tumbuh dibenak pelanggan, baik secara sadar maupun tidak. Tak sedikit pelanggan yang membicarakan suatu merek tertentu dalam media sosialnya, menulis blog berdasarkan pengalaman ataupun pelayanan yang dirasakan, dan semacamnya.

Baca Juga: Virtual Influencer Itu Apa, Sih?

Sejarah Iklan

Sejarah periklanan diawali pada arus informasi satu arah atau dari merek kepada pelanggan. Namun, hal ini justru membuat pelanggan menjadi bosan dan berupaya untuk menghindari iklan tersebut. Menurut 2019 Edelman Trust Barometer Special Report, 3 dari 4 orang secara aktif menghindari iklan. Seiring berjalannya waktu, strategi pemasaran tradisional teralihkan oleh strategi modern. Strategi tersebut berfokus kepada pembangunan hubungan antara merek dan pelanggan, mengangkat cerita yang sesuai dengan keseharian, original, dan nyata.

brand story

Foto dari Edelman

Dengan kata lain, strategi modern tersebut, menciptakan pembauran antara merek dan pelanggan dengan cara otentik, berdasarkan nilai-nilai yang mereka pegang. Seperti memperjelas misi, latar belakang, target pasar, dan hal-hal lain yang dapat membangun emosional pelanggan.

Apple adalah contoh ideal dalam pembelajaran kasus ini. Lihatlah bagaimana mereka membuat komputer, memikirkan tentang pengalaman Genius Bar, mempertimbangkan bagaimana mereka membuat pengumuman produk utama. Semua selaras dengan kisah merek mereka. Terlebih lagi, mereka mampu untuk mempimpin percakapan seputar ‘apa itu Apple?’ dengan baik.

Manfaat Brand Story

Pesatnya tren media sosial adalah satu dari sekian cara bagi setiap merek untuk memperkenalkan diri kepada pelanggan. Menariknya, setiap merek memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pesan, baik melalui kata-kata, artikel, gambar, video, ataupun sekadar audio. Hal ini tentunya disesuikan berdasarkan jenis bisnis dari suatu merek itu sendiri. Kehadiran tren media sosial dapat menjadi alternatif cara bagi setiap merek untuk menjangkau seluruh pelanggan potensialnya.

Lalu, bagaimana dengan brand story? Seberapa efektif perannya dalam dunia pemasaran?

Sederhananya, brand story dapat memperkuat identitas dan menjadi poros bagi merek dalam menjalankan kampanye pemasarannya. Dengan brand story, merek dapat membuat prioritas tanpa melupakan core value. Contohnya adalah, ketika beriklan dalam penjualan pakaian, sedangkan bisnisnya bergerak pada lingkup sustainable fashion. Tanpa brand story, pelanggan potensialnya tidak akan tahu bahwa bisnismu menggunakan bahan ramah lingkungan. Sebaliknya, jika hal tersebut dapat disampaikan, pelanggan yang memiliki concern serupa tentang dunia fashion akan tahu dan bergerak untuk membeli produk tersebut.

Menurut Marketing Insider Group, ketika dirangkai, brand story akan:

  1. Memberi kejelasan mengenai merek (core value, tujuan, dan misi)
  2. Menawarkan experience, bukan hanya produk atau jasa
  3. Membuat pelanggan potensial bergerak untuk membeli produk/jasa
  4. Meningkatkan lead generation

4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Brand Story

Menjaga konsistensi bukanlah hal mudah, meskipun seluruh atribut merek sudah disusun secara komprehensif dalam satu panduan yang disebut Graphic Standard Manual. Namun jika hal itu dapat dijalankan secara baik dengan mengikuti ketentuan panduan tersebut, akan ada apresiasi bagi tim yang terlibat ketika apa yang diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Berikut merupakan 4 hal teknis yang perlu diperhatikan dalam mendukung kesuksesan brand story:

1. Legibility

Secara bahasa, poin 1 dan 2 memiliki makna serupa – tapi sebenarnya berbeda. Legibility dan readability adalah salah satu sistem atau aturan. Dalam ranah desain grafis, aturan tersebut berkontribusi untuk memberikan informasi secara jelas, melalui pengaturan huruf, penggunaan jenis huruf, tata letak, dan semacamnya.

  • X-height: Istilah ini mengacu pada tinggi huruf kecil x pada baseline. Semakin tinggi huruf kecil x, maka akan semakin mudah dibaca.

brand storybrand story

Kedua blok teks diatur dalam 18 poin, tetapi satu set di Enklave (kanan) lebih mudah dibaca, terutama karena tinggi huruf x lebih tinggi, daripada yang ada di ITC Golden Type (kiri).

  • Character width: Di dalam praktiknya, jenis huruf yang memiliki lebar secara normal adalah jenis huruf yang ideal untuk dibaca. Sedangkan ada jenis huruf yang dirancang lebih tipis dan terlihat tinggi. Hal tersebut akan menjadi masalah ketika diterapkan pada pengaturan lebih kecil seperti body text, caption, dan credits.

character width

Ketika dalam penerapan sebuah kalimat ClearviewText Book Compressed (kiri) dengan ClearviewText Book (kanan), Terlihat bahwa versi di sebelah kanan memiliki tingkat keterbacaan yang lebih tinggi daripada versi yang kiri.

  • Weight: Baik dalam ukuran tipis maupun tebal jika diatur dalam ukuran ekstrim, tentu saja akan sangat sulit untuk dibaca. Pastikan setiap informasi diatur dalam format yang nyaman dibaca.

brand story

Baik ClearviewText Extra Thin (kiri) maupun ClearviewText Black (kanan) memiliki tingkat keterbacaan yang sama-sama menyulitkan ketika keduanya diterapkan dalam sebuah kalimat yang panjang.

2. Readability

  • Type size: Ketika mengatur teks, semakin kecil ukurannya, semakin sulit untuk dibaca. Hal ini akan berlaku bagi para manula, anak-anak, dan mereka yang memiliki gangguan penglihatan.

type size

Ukuran teks bagian kiri akan sangat sulit dibaca dibandingkan bagian kanan.

  • Type case: Mungkin akan cocok jika diterapkan dalam beberapa kata – tidak dalam sebuah kalimat.

type case

Kalimat yang disajikan dalam set kapital (bagian krii akan sangat menantang dibandingkan versi normal (bagian kanan).

  • Line spacing (leading): Masalah spasi adalah masalah serius lainnya. Pastikan set dalam ukuran normal.

line space

Seperti yang dapat dilihat dengan jelas dalam pengaturan Expo Serif ini yang diatur pada titik 18/18 (kiri) dan 18/23 (kanan).

  • Color or contrast: Pastikan gunakan warna yang kontras dalam penerapan berwarna.

contrast

Versi kanan jauh lebih jelas disbanding versi kiri.

3. Teknik Vokal

Terdapat dua hal yang menjadi penting dalam teknik vokal, yakni intonasi dan artikulasi. Apalagi dalam menyampaikan informasi-informasi penting bagi merek melalui media suara. Berikut merupakan penjabaran kedua hal tersebut:

  1. Intonasi: Merupakan tinggi rendahnya nada suara, dan irama bicara. Hindari intonasi monoton sehingga pendengar tidak merasa bosan.
  2. Artikulasi: Kejelasan dalam mengucapkan setiap kata. Pastikan tidak terburu-buru, agar informasi sampai secara jelas dan dapat dipahami oleh pendengar.

4. Angle dalam Fotografi

Angle menentukan hasil fotonya. Ada beberapa objek jika difoto dengan menggunakan low angle, sedangkan objek lainnya belum pasti menarik jika difoto dengan angle ini. Berikut merupakan lima angle yang dapat menjadi pertimbangan merek dalam menyampaikan kampanye pemasarannya.

  1. Eye level: Posisi dan arah kamera mengarah ke objek seperti halnya mata sedang melihat suatu objek.
  2. Low angle: Idealnya digunakan untuk menunjukkan kesan elegan, megah, dan tangguh.
  3. High angle: Bertujuan untuk memperlihatkan lebar elemen pendukung dalam sebuah frame. Meskipun menghasilkan objek yang terlihat kecil, kesan lain yang dihasilkan menggunakan angle ini adalah untuk terlihat fokus dan tidak melebar.
  4. Bird eye view: Mendapatkan hasil yang sangat luas atau tidak berfokus terhadap satu objek.
  5. Frog eye view: Pada posisi ini, kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar dengan tanah. Idealnya teknik ini dilakukan dalam peperangan, memotret flora ataupun fauna.

Nah itu dia penjelasan mengenai brand story, manfaatnya, hingga hal teknis yang perlu diperhatikan untuk mendukung kesuksesan brand story itu sendiri. Jika merek Anda mengalami kendala dalam merealisasikan hal tersebut, Metamorphosys dapat membantu untuk mewujudkannya.

Konsisten dan koheren merupakan dua hal penting bagi setiap brand, sehingga mereka mampu dikenal dan dipercaya. Di sini Metamorphosys hadir dan dipercayai oleh brand selama lebih dari 11 tahun, untuk menjawab kebutuhan pada bidang creative & digital agency, seperti graphic, logo brand, website, hingga social media. Hubungi kami untuk membantu meningkatkan merek bisnis Anda.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − one =