Metamorphosys

Penggunaan media sosial meningkat pesat di seluruh dunia dan telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Seiring kemajuan teknologi, platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tik Tok dan LinkedIn menyediakan platform bagi orang-orang untuk mencari informasi, bersosialisasi, dan berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia. Penggunaan media sosial tidak hanya mempengaruhi cara kita berinteraksi, tetapi juga berdampak besar pada banyak aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan budaya. Dalam bidang digital marketing, media sosial menawarkan peluang tak terbatas bagi bisnis dan individu untuk membangun brand mereka, meningkatkan kesadaran, dan berkomunikasi langsung dengan audiens mereka.

Berdasarkan data dari datareportal.com, di Indonesia sendiri, pada Januari 2023, jumlah pengguna internet mencapai 212.9 juta jiwa, meningkat sebanyak 10 juta jiwa dibandingkan tahun 2022. Sedangkan, jumlah pengguna sosial media mencapai 167 juta jiwa. Alasan mereka menggunakan sosial media antara lain membangun hubungan dengan teman atau keluarga, mengisi waktu luang, up to date dengan tren terbaru, dan sebagainya.  Namun, selain manfaatnya, terdapat juga tantangan seputar privasi, keamanan data, dan penyebaran informasi palsu yang merugikan atau dapat disebut cyber crime

 

Cyber Crime

Cyber crime adalah aktivitas kriminal menggunakan komputer, jaringan, dan teknologi informasi lainnya sebagai alat atau sasaran kejahatan. Jenis kejahatan dunia maya mencakup tindakan mulai dari pencurian identitas, peretasan, penipuan online, pencurian data, distribusi malware, pembajakan informasi, dan serangan terhadap infrastruktur digital. Cyber crime dapat dilakukan oleh individu atau kelompok karena alasan ekonomi, politik, ideologi, atau  teknis. Karena kegiatan tersebut menggunakan teknologi digital, seringkali sulit untuk melacak dan mengidentifikasi pelakunya. Kebocoran data mungkin terjadi melalui media sosial karena saat menjadi pengguna baru, pengguna pasti mengisi atau membagikan data diri untuk bisa menggunakan media sosial tersebut.  Data-data pribadi tersebut dapat diakses secara tidak sengaja atau sengaja  oleh pihak yang tidak berwenang. Ada beberapa isu media sosial yang sering terjadi, yaitu:

1. Pengambilan data untuk pencurian identitas 

Penipu tidak memerlukan banyak informasi untuk mencuri identitas kamu. Untuk menyasar korban, penipu bisa memulainya dengan informasi yang dipublikasikan di media sosial. Misalnya, nama, alamat, alamat email, dan nomor telepon Anda untuk menargetkan Anda dengan penipuan phishing. Bahkan dengan alamat email dan nomor telepon, penipu dapat memperoleh rincian seperti kata sandi yang dibobol, nomor jaminan sosial, dan nomor kartu kredit.

2. Privasi

Akun media sosial mungkin tidak se-privasi yang kamu kira. Misalnya, jika kamu membagikan sesuatu kepada teman kamu dan teman tersebut mem-posting ulang, teman dari teman kamu tersebut juga dapat melihat informasi tersebut. Informasi yang diposting ulang oleh pengguna asli kini dapat dilihat oleh audiens lebih luas yang sama sekali berbeda. Selain postingan di media sosial, orang-orang juga bisa mengetahui lokasi tempat kamu berada. Meskipun seseorang menonaktifkan setelan lokasinya, ada cara lain untuk menargetkan lokasi perangkatnya. Lokasi Anda juga dapat dilacak melalui penggunaan Wi-Fi publik, menara seluler, dan situs web. Selalu periksa apakah layanan lokasi GPS Anda dimatikan dan cari VPN agar tidak terlacak. Saat menggabungkan lokasi dan informasi pribadi, informasi akurat tentang profil kamu dapat didapatkan. Orang tak bertanggung jawab juga dapat menggunakan data ini untuk mengidentifikasi Anda secara fisik atau mempelajari lebih lanjut tentang kebiasaan Anda secara digital.

3. Pelecehan dan cyberbullying

Media sosial juga dapat digunakan untuk cyberbullying (perundungan dalam dunia digital). Penjahat tidak perlu masuk ke akun seseorang untuk mengirim pesan ancaman atau menyebabkan tekanan emosional. Misalnya, anak-anak yang memiliki akun media sosial mendapat reaksi keras dari teman sekelasnya karena komentar yang tidak pantas. Salah satu cyberbullying yang masih banyak terjadi adalah doxxing, ketika penjahat dengan sengaja membagikan informasi pribadi seseorang, seperti alamat atau nomor teleponnya, dengan maksud untuk menimbulkan kerugian. Mereka mendorong orang lain untuk ikut melecehkan orang tersebut. 

4. Informasi palsu

Informasi palsu dapat tersebar dengan cepat melalui media sosial. Satu pengguna bisa memanipulasi emosi pengguna lain untuk melibatkan mereka dalam diskusi panas. Saat dalam keadaan kepala panas, pengguna akan membagikan konten yang kadang mengandung informasi palsu.

5. Malware dan virus

Platform media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan malware yang dapat memperlambat komputer kamu, membombardir kamu dengan iklan, dan mencuri data sensitif. Penjahat dapat mengambil alih akun media sosial dan mendistribusikan malware ke akun yang terpengaruh serta semua teman dan kontak pengguna.

Bagaimana media sosial menyimpan data kamu?

Cara media sosial menyimpan data pengguna dapat bervariasi tergantung pada platformnya. Secara umum, proses ini melibatkan langkah-langkah berikut.

  1. Media sosial mengumpulkan data pengguna melalui berbagai sumber. Informasi ini dapat mencakup data pribadi seperti nama, alamat email, tanggal lahir, lokasi, dan informasi perangkat.
  2. Penggunaan cookies dan teknologi pelacakan lain yang disetujui pengguna memungkinkan media sosial untuk memantau aktivitas pengguna.
  3. Platform media sosial umumnya menyediakan pengaturan privasi yang memungkinkan pengguna mengontrol sejauh mana informasi mereka dapat diakses oleh orang lain.
  4. Data yang dikumpulkan digunakan untuk menargetkan pengguna dengan iklan yang dipersonalisasi. Ini membantu pengiklan untuk menyajikan iklan kepada audiens yang lebih relevan.
  5. Platform media sosial harus mematuhi peraturan perlindungan data dan privasi yang berlaku di wilayah mereka beroperasi. Ini mencakup kepatuhan terhadap undang-undang seperti General Data Protection Regulation (GDPR) di Eropa atau California Consumer Privacy Act (CCPA) di Amerika Serikat.
  6. Data pengguna dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu, dan beberapa informasi mungkin dihapus setelah periode inaktivitas tertentu.
  7. Sebagian besar media sosial berkomunikasi dengan pengguna mengenai pembaruan kebijakan privasi dan memberikan informasi tentang bagaimana data mereka digunakan.

Apakah data pengguna sosial media aman?

Meskipun ada banyak resiko saat menggunakan media sosial, tenang saja, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi datamu. Pikirkan dengan matang sebelum membuat akun media sosial karena semakin banyak akun media sosial, resiko kejahatan yang mungkin terjadi akan semakin tinggi. Pastikan media sosial yang akan kamu gunakan aman dan bisa dipercaya. Cara selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk memastikan keamanan data kamu agar tidak bocor melalui media sosial, antara lain.

1. Gunakan password yang kuat

Hindari menggunakan password yang sama untuk semua media sosial atau website. Jika kamu mudah lupa, simpan semua informasi password tersebut di aplikasi yang dapat dipercaya. Jika memungkinkan, kamu bisa mengubah password akun kamu secara teratur menggunakan password yang kuat, unik dan tidak mudah ditebak.

2. Hindari menggunakan perangkat publik

Sesuai dengan namanya, perangkat publik pasti dibebaskan untuk penggunaan publik. Orang lain akan dengan mudah mengakses akun kamu jika kamu tidak keluar dari akun dengan benar. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah log-out akunmu dengan benar untuk menghindari akses orang lain terutama orang yang tidak bertanggung jawab.

3. Jangan oversharing

Hindari menyebarkan data-data pribadi yang penting ke media sosial seperti alamat rumah, tanggal lahir, nomor telepon, data KTP/SIM/paspor, foto tanda tangan, dan sebagainya.

4. Jangan aktifkan lokasi

Kamu bisa mengatur aksesibilitas lokasi kamu di pengaturan handphone, komputer, dan laptop.

5. Jangan klik link/file yang mencurigakan

Akhir-akhir ini, cara penipu mengambil informasi pribadi yang kamu simpan di handphone semakin berkembang. Salah satu caranya adalah teknik phising meniru petugas kurir, bank, tagihan PLN, tagihan BPJS, bahkan temanmu sendiri dan mengirimkan pengarsipan file dengan domain .apk. Domain .apk ini dibuat dengan membuat landing page yang terlihat realistis seperti HTML dan CSS. Saat file .apk tersebut di-klik, sebuah aplikasi akan terdownload ke dalam perangkat. Aplikasi ini akan membaca data yang kamu simpan di dalam perangkat termasuk SMS, data telepon, note, dan apa yang kamu ketik di keyboard.

6. Gunakan two-factor authentication (2FA)

Two-factor authentication atau verifikasi dua langkah adalah sebuah fitur opsional untuk menambah keamanan akun kamu. Cara kerjanya adalah ketika menggunakan 2FA, kamu bukan hanya harus memasukkan password namun juga memasukkan kode verifikasi ke SMS nomor telepon yang kamu masukkan saat mengaktifkan pengaturan 2FA sehingga orang lain tidak bisa mengaksesnya dengan mudah.

Sebagai pengguna media sosial, kamu harus menjadi pengguna yang cerdas agar data-data kamu tidak diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Gunakan media sosial hanya untuk hal-hal positif dan hindari ikut campur dalam hal negatif seperti aksi propaganda, fitnah, penyebaran kebencian, dan sebagainya.

Penulis: Ignes Tifanny

 

Sumber:

https://www.researchgate.net/publication/375643823_Perlindungan_Data_Pribadi_Mengenai_Kebocoran_Data_Dalam_Lingkup_Cyber_Crime_Sebagai_Kejahatan_Transnasional 

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-kisaran/baca-artikel/14838/Belajar-Dari-Kebocoran-Data-Kredensial-Data-Yang-Paling-Berharga-adalah-Data-Pribadi.html 

https://www.futureofbusinessandtech.com/digital-security/how-social-media-impacts-data-security/ 

https://datareportal.com/reports/digital-2023-indonesia 

https://www.techtarget.com/whatis/feature/6-common-social-media-privacy-issues#:~:text=With%20the%20large%20amount%20of,risk%20when%20using%20social%20media

https://money.kompas.com/read/2023/01/30/113900426/waspada-modus-penipuan-file-apk–berkedok-tukang-paket-undangan-pernikahan?page=all 

https://strikesocial.com/blog/how-do-social-media-platforms-handle-and-protect-user-data/


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + sixteen =