Metamorphosys

Terasa kurang pas jika harus melewatkan kesempatan untuk tidak membahas brand besar seperti Nike. Dengan slogan “Just Do It”, masyarakat dapat merasakan pengalaman dan keinginan emosional secara mendalam. Terbangunnya hubungan tersebut membuat audiens dapat memberikan nilai lebih dalam jangka waktu yang panjang.

Berjalannya dengan perkembangan tren desain yang cepat dan berulang, Swiss Design selalu memiliki ruang untuk dapat populer kembali. Gaya desain ini menekankan kerapian, keramahan mata, mudah dibaca, dan objektif.

Lalu, bagaimana dengan sejarah dan karakter gaya Swiss Design sebenarnya? Dan kenapa Nike memiliki key visual berkarakter Swiss Design? Berikut adalah pembahasan mengenai semua pertanyaan tersebut.

Baca Juga: Belajar dari Redesain Merek Logo yang Gagal: Gap

Mengenal Istilah Swiss Design

Swiss Design, juga dikenal dengan sebutan International Typographic Style adalah perjalanan gaya grafis di Rusia, Belanda, dan Jerman pada tahun 1920-an. Dan kemudian berlanjut dikembangkan oleh desainer Swiss sekitar tahun 1950-an.

Swiss Design adalah gerakan atau aliran yang menjadi pengaruh besar dalam gerakan modernisasi pada arsitektur dan seni. Memiliki fokus kebersihan, keterbacaan, dan objektivitas, selain itu juga memberi penekanan pada tata letak asimetris, penggunaan tipografi sans-serif, teks rata kiri dan kanan dengan tepi tidak rata adalah karakternya.

Sejarah

Istilah ini muncul berdasarkan kekuatan untuk dapat bebas dari pemaknaan akan sesuatu. Swiss Design berkembang sebagai cara untuk dapat merepresentasikan informasi secara objektif, jelas, dan lugas secara universal. 

De Stijl adalah salah satunya. Gerakan seni Belanda ini populer sekitar tahun 1917 dan 1931. Adapun seni Jerman yang dikenal dengan Bauhaus. Aliran tersebut menekankan bentuk geometri dan sulit untuk menampilkan ornamen tertentu jika tidak memiliki fungsi. Selanjutnya adalah seni Rusia yang dikenal dengan nama Konstruktivisme dan Suprematisme memiliki fokus penyederhanaan.

Semua gerakan ini termasuk ke dalam gaya Swiss Design, ditentukan oleh tampilan visual yang ditentukan oleh hirarki geometris sederhana namun jelas dan lugas. Penggagas Swiss Design percaya bahwa tipografi sans-serif dapat mengekspresikan semangat zaman yang lebih progresif dan grid yang dibangun secara matematis dapat membuat informasi tersusun secara harmonis dan mudah dibaca. Swiss Design erat dengan abstraksi ekstrim bentuk geometris sederhana kadang-kadang bisa menjadi abstrak sehingga kehilangan makna dan akhirnya menjadi lebih dari sekadar hiasan.

“Terkadang, cara terbaik untuk menunjukkan tampilan visual adalah dengan kembali ke dasar.”

Dengan apa yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Swiss Design adalah sesuatu hal yang bersih, minimalis, dan modern. Meskipun begitu, Swiss Design juga dapat dijelaskan berdasarkan visualnya yang menggunakan banyak garis, warna, bentuk, dan sifat yang membuatnya unik. Namun terkesan sangat kaku dan dingin.

Berikut merupakan 10 tahapan yang dapat diterapkan ke dalam desain yang akan membuat visualnya semakin epik.

1. Minimal adalah kunci

Ketika hasil brainstorm mengarahkan sesuatu hal yang minimalis, maka Swiss Design adalah yang terbaik. Dari arsitektur hingga mode, gaya ini menekankan unsur kesederhanaan, sekaligus futuristik.

Tips: Tidak selalu harus memiliki tampilan visual yang mencolok untuk mendapatkan perhatian audiens. Minimalis adalah solusi untuk menunjukkan sisi halus dan keren dalam waktu bersamaan.

Salah satu contoh adalah produk-produk kosmetik, ketika brand lain secara tradisional memilih warna yang terang dan mendapatkan perhatian di tengah pasar yang kompetitif, tampil secara basic adalah cara lain untuk mencuri perhatian.

“Terkadang, hal yang sedikit itu dapat memberikan makna yang lebih.”

2. Hitam dan putih yang bernilai klasik

Hitam dan putih adalah hal yang dihormati dalam Swiss Design. Hitam dan putih adalah alat untuk menciptakan fokus, memunculkan suasana yang elegan, menonjol, meskipun tidak memiliki banyak warna.

Tips: Hitam dan putih adalah cara lain dalam mendeskripsikan hal yang sangat cantik dan klasik, di luar dengan warna-warna yang ada pada pelangi. Meskipun begitu akan ada pembahasan sendiri mengenai penggunaan suatu warna pada poin berikutnya.

3. Komposisi minimalis pada fotografi

Dampak dari waktu ketika Swiss Design berkembang memiliki sebuah pengaruh besar terhadap nilai karakter dan estetisnya. Pengambilan gambar dengan satu titik fokus pada gambar atau fotografi secara minimalis memberikan pengaruh dan hal menarik bagi audiens.

Tips: Fokus terhadap satu objek atau dapat menunjukkan filosofi minimalis. Juga dapat menempatkan teks dengan ukuran kecil di atas gambar/foto.

4. Warna cerah

Penggunaan warna adalah cara lain yang digunakan ketika ingin mendapatkan perhatian audiens. Menggunakan satu warna utama dan terang akan membuat tampilan menjadi menonjol. Begitu juga bila menggunakan dua warna yang tidak umum secara bersamaan menjadikan tampilannya akan lebih menarik.

Tips: Bermain dengan kombinasi warna yang tidak umum dan mengejutkan tapi tetap enak dipandang adalah hal yang perlu dicoba.

5. Palet warna lembut memberikan makna lainnya

Swiss Design menyadari bahwa tidak harus selalu menggunakan warna terang untuk menarik perhatian. 

Tips: Jika telah memiliki logo yang kuat dan dikenal, warna pastel adalah cara untuk membuat logo terlihat lebih menonjol.

6. Memberi ruang nafas yang cukup

Ruang kosong tidak selalu berwarna putih, namun dengan membiarkan sejumlah ruang kosong di sekitar objek berwarna sekalipun, itu dapat masuk ke kategori whitespace.

Tips: Cara lain untuk dapat membuat tampilan menonjol adalah dengan memberikan ruang kosong lebih.

7. Bermain dengan bentuk

Swiss Design menggunakan bentuk yang berulang ketika menginginkan kesatuan dan terlihat lebih terstruktur.

Tips: Gunakan bentuk untuk memperjelas pesan.

8. Garis sebagai penata informasi

Swiss Design sedikit terobsesi dengan hal-hal struktural dan keseragaman. Garis digunakan sebagai cara untuk memastikan setiap elemen menyatu ketika dipandang.

Tips: Garis dan bentuk adalah dua elemen dengan deskripsi yang berdekatan. Keduanya, sama-sama menginginkan tampilan terstruktur.

9. Tipografi sama pentingnya dengan gambar

Dua hal terbaik untuk mendalami tipografi adalah dengan mempelajari istilah yang digunakan, misalnya seperti pentingnya menggunakan hirarki. Secara bobot, beberapa huruf dalam tipografi dapat menggantikan peran gambar sebagai elemen utama secara visual.

Tips: Jika ingin menggunakan lebih banyak teks daripada gambar, tipografi dapat menjadi cara terbaik untuk menarik perhatian audiens.

10. Mendeskripsikan kepribadian

Walaupun dibuat sama dengan melibatkan garis, bentuk, ataupun sistem yang mencirikan Swiss Design, bukan berarti semua hasil akan terlihat sama. Akan ada di mana bagian karakter yang tidak bisa dijelaskan jauh lebih menonjol, ketimbang semua hal yang dilibatkan itu. Karakter itu adalah kepribadian yang melekat pada desainer ataupun brand.

Tips: Jadikan hal ini sebagai cara untuk menonjolkan kepribadian desainer ataupun brand.

Swiss Design x Nike

Nike, Inc. dikenal sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk seperti sepatu, pakaian, dan alat-alat olahraga terbesar di dunia. Didirikan pada tahun 1964 oleh atlet sekaligus pengusaha bernama Phillip Knight.

Dengan mengangkat konsep kampanye Bring Your Game, bernuansa Swiss Design, key visual tersebut berfokus pada permainan, otak-atik, memotong, dan melekat kolase – Sebagai cara untuk mengungkapkan bahasa visual yang memiliki energi dan kegembiraan yang sama seperti permainan bola basket yang hebat.

Swiss Design ala Nike Basketball, membuat konsep kampanye menjadi terlihat bold, muda, bermakna. Pesan yang disampaikan pun menjadi sangat jelas, melibatkan atlet seperti LeBron James dan Kevin Durant sebagai wajah utama kampanye tersebut.

Bukan hal yang baru bagi Nike untuk menerapkan emotional branding, begitu juga dengan cara Nike yang selalu berhasil untuk menampilkan visualnya secara menarik dan menjadi perbincangan publik.

Sejak awal berdiri, Nike terus melakukan inovasi dan berkembang mengikuti zaman. Kini mereka telah menjalankan strategi omni-channel, yang di mana memudahkan bagi audiens untuk menjangkau Nike secara offline maupun online, seperti website resmi, akun social media, dan e-commerce.

Nah itu dia penjelasan mengenai perjalanan, sejarah, karakter/ciri khas Swiss Design, hingga penerapan gaya tersebut di dalam brand Nike. Bagaimana Swiss Design mampu mengontrol dan menarik perhatian audiens dan membuat semua informasi yang disampaikan menjadi lebih jelas dan lugas.

Konsisten dan koheren merupakan dua hal penting bagi setiap brand, sehingga mereka mampu dikenal dan dipercaya. Di sini Metamorphosys hadir dan dipercayai oleh brand selama lebih dari 11 tahun, untuk menjawab kebutuhan pada bidang creative & digital agency, seperti graphic, logo brand, website, hingga social media. Hubungi kami untuk membantu meningkatkan merek bisnis Anda.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =